Kiat Sukses Omzet Ratusan Juta Rupiah Hanya Dropship di Marketplace

 


Assalamu 'alaikum Wr. Wb.


Jumpa lagi bersama kami gangsalstyle.com

 

Semua orang tentu sangat menginginkan penghasilan tambahan selain dari pekerjaan kita, apalagi penghasilan tersebut sampai omzet ratusan juta. Ternyata bisnis itu ada dan nyata adanya tergantung kepada kita menekuninya. Bisnis tersebut adalah jualan online dengan cara dropshiper di Marketplace.


Tahukah Anda apa itu Dropship? 

Dropship dalam bahasa sehari-hari sering dikenal dengan istilah maklar. Jadi Dropshiper atau maklar adalah suatu kegiatan bisnis jual beli dimana penjual tidak perlu menyetok produk, tetapi langsung menyalurkan produk tersebut dari pemasok ke konsumen. 


Jadi di sini yang dimaksud maklar adalah maklar dalam marketplace seperti di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan lain-lainnya, atau bisa juga maklar di facebook, instragam, youtube, tiktok atau yang lainnya.


Bisnis jual beli online dengan cara dropship di marketplace saat ini sedang marak di Indonesia terutama bagi kaum milenial. Selain caranya mudah, juga teknologi dan aplikasi pendukungnya sudah sangat mendukung. Bahkan hanya dengan bermodalkan HP android.


Dropship ini biasanya digunakan bagi orang-orang yang tidak mempunyai produk, tapi mempunyai keinginan untuk berjualan. Terus bagaimana cara memperoleh produknya?


Masalah utama bagi dropshiper pemula adalah tidak tahu bagaimana cara memperoleh produk atau pemasoknya. Untuk dropshiper pemula sebenarnya bisa melakukan pencarian produk di marketplace juga kemudian dijual lagi di marketplace dengan menaikan harganya supaya memperoleh keuntungan. Sebagai contoh misalkan kita mau jual produk, kita pertama cari toko yang bagus dan produk yang bagus di salah satu marketplace katakan di Tokopedia, Toko yang bagus ini kita jadikan supplier/pemasok produk yang akan kita jual. Di toko tersebut kita tidak perlu beli barang dan nyetok barang di rumah, tapi hanya mengambil data-datanya saja. Adapun data-data yang diambil meliputi:

1. Gambar produk

2. Video produk (kalau ada).

3. Judul produk

4. Deskripsi produk

5. Berat produk

6. Harga produk


Kemudian kita upload di marketplace yang mana terserah kita, bisa kita upload di toko kita seperti di Tokopedia, Shopee, Bukalapak atau Lazada atau yang lainnya. Kemudian harganya dinaikan. 


Misal kita memilih produk sepatu dengan harga Rp 50.000,-  di Tokopedia, kemudian semua data kita download dan selanjutnya kita buka toko di Shopee dan upload di Shopee dan harga dinaikan, katakanlah menjualnya dengan harga Rp 80.000,-, jadi kita sudah untung Rp 30.000,-.


Tapi ingat ketika mengaupload di toko marketplace kita, kita harus melakukan yang namanya optimasi. Optimasi disini untuk mengoptimalkan judul dengan kata kunci-kata kunci yang sudah diriset terlebih dahulu, kemudian optimalisasi gambar biar lebih menarik lagi. Kalau uploadnya tanpa optimasi dan asal-asalan maka akibatnya tidak ada konsumen yang tertarik pada produk kita dan akhirnya tidak ada penjualan, maka akan mengendorkan semangat bagi para dropshiper marketplace pemula.


Tapi perlu jadi perhatian juga, ketika kita sudah menetapkan pemasok dan produk, kita perlu minta izin dahulu kepada pemasok/supplier/toko bahwa kita akan melakukan dropship untuk membantu menjualkan produk pemasok/supplier/toko tersebut. Jadi dengan izin dulu ke supplier kita jadi enak nanti hubungan kedepannya.


Kemudian apabila kita ingin menjual produk tersebut di media sosial seperti facebook atau instagram sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi kami sarankan untuk dijual di marketplace saja, karena karakter pengunjung di marketplace dan media sosial itu berbeda. Kalau karakter pengunjung di marketplace pasti orang-orang yang mencari dan membeli produk, tetapi karakter pengunjung di media sosial adalah orang-orang yang ingin bersosial atau ingin berinteraksi dengan orang-orang. Jadi kalau mau jualan lebih efektif di marketplace.


Hukum Dropsiper

Menurut para ulama hukum dropship di marketplace diperbolehkan, karena:

1. Kita sudah meminta izin ke pemasok untuk mendropsipkan menjualkan barang atau produknya.

2. Di marketplace kita tidak langsung menerima uang, tetapi uang tersebut ditahan di rekening bersama di marketplace. Uang dan keuntungan kita terima setelah barang sampai di konsumen. Jadi antara uang pembeli dan penjual realif aman.

3. Kita tetap menggunakan modal untuk membeli barang, tapi tidak perlu menyetok barang. Jadi permodalan lebih aman.


Demikian kiat sukses ratusan juta rupiah hanya dropship di Marketplace, semoga bisa menjadi wawasan baru dan temen-temen jadi paham dan sukses selalu.


Kami doakan semoga temen-temen sehat selalu dan bisnisnya semakin berkembang dan lancar. Amien.


Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.





No comments:

Powered by Blogger.